Showing posts with label Insight. Show all posts
Showing posts with label Insight. Show all posts



Hey, it's me again!

Buat yang tumbuh gede di era kejayaan warnet di mana pelanggan hariannya adalah gerombolan anak balik sekolah untuk main Ragnarok dan Counter Strike, Gunbound bisa jadi salah satu game legendaris penuh kenangan pada masanya.

Setelah sempet dikecewain berkali-kali oleh beragam evolusi versi Gunbound dan developer yang gonta-ganti gak jelas, rasa kangen gue akhirnya terobati dengan rilisnya Gunbound versi mobile; dengan isian sebenar-benarnya Gunbound klasik. Ya temanya, ya lagunya, ya mobilnya, jangan lah kau utak-atik lagi esensi sakral ini wahai para pengembang.

Di game ini, gue kembali dengan username "deathman99" demi nostalgia mengenang akun Gunbound level tongkat gue yang sudah lenyap bersama prestasi Tata Busana semasa sekolah. Setelah main kurang lebih sebulan, gue mau share beberapa tips dan pengalaman yang mungkin berguna buat qamo-qamo yang baru aja mulai main. Semoga berguna yak.
Gems Guide : How to spend it wisely?
Ngumpulin Gems adalah satu-satunya alasan kenapa lo mau menang terus di game ini. Dan agar lo bisa ngebagusin char dengan cara yang barokah dan bijak, maka baiknya lo juga belajar gimana caranya menghabiskan gems ini dengan cara yang efektif, yang nantinya juga akan berdampak ke peningkatan winning rate lo sebagai pemain.

Di GunboundM, sebenernya ada beberapa mata uang yang dipake untuk mengembangkan mobil dan avatar, yaitu Gem, Gears, dan Gold. Tapi Gem sebagai premium currency di sini (argueably) adalah kunci dari segalanya.

Gem bisa lo dapetin dari berbagai sumber yaitu:


Season League Award
Kejar liga adalah goals pertama lo di GunboundM. Semakin tinggi kelas liganya, semakin gede juga bonus gems yang lo dapet. Banyak-banyak latihan, menang, dan lo akan dipromosikan ke liga yang lebih baik. Setelah liga berakhir, lo akan mendapatkan 'Season Reward' berupa Gem, Gold, dan Gear. 

Tips: Berhemat-hematlah dengan gem, karena ngedapetin gem di game ini susahnya luar biasa. Gue saranin untuk 150 gems pertama, sebaiknya habiskan untuk avatar card demi bonus ability-nya.
sekaligus ngedapetin koleksi mobil yang bisa lo coba-coba. Kelas C gak masalah, karena mobil kelas A bisa nyusul nanti-nanti.

Dengan strategi berikut ini, lo akan mendapatkan banyak mobile card untuk di-craft sebagai koleksi awal, sekaligus nyicil avatar-card sepanjang berlangsungnya karir permainan lo. Yang penting adalah dapetin avatar,  biar mobil lo bisa bertahan lebih lama, bikin kesempatan menang juga lebih besar.

Here's how it works:

1. Beli 70.000 gold seharga 150 gems. Lalu habiskan seluruh gold lo untuk Mobile Card Pack 1 seharga 1,000 gold. Satu card pack berisi 5 kartu, jadi lo akan dapetin 70 card pack dengan total 350 mobile card.


2. Craft semua mobil kelas B/C yang sekiranya lo akan pakai. Sisanya, extract semua mobile card untuk dijadiin gear hingga terkumpul (mudah-mudahan) 200 gears.


3. Habiskan 200 gears ini untuk membeli 1 Gear Avatar Pack. Selain mempercepat crafting avatar. tips ini tentu biar lo punya koleksi avatar paling nggak untuk pertama kali. Karena by the time, lo bisa dapetin avatar card setelah menang battle kalo beruntung.

Jadi sekarang lo (harusnya) udah punya semua basic mobile kelas B/C untuk dipakai, serta kartu avatar untuk di-craft di kemudian hari. 150 gems putaran kedua harusnya gak sesulit yang pertama, karena lo udah punya mobil yang sesuai preferensi bermain. Coba untuk selalu menang dan selesaiin achievement list, 150 gems gak butuh waktu lama kok.


Achievement
Jangan main tanpa rencana. Biasakan selalu cek achievement list dan tentukan target mana yang mau dicapai saat bermain.  Beberapa achievement juga tergolong mudah seperti contohnya gacha jewel dan mendapatkan win streak dalam battle training.


Daily Attendance Reward
Sumber gems terakhir adalah dari Daily Reward. Iya sih nggak bisa diharapkan, tapi hanya dengan login tiap hari, seenggaknya pemasukan gems lo bisa sedikit bertambah.
Mobile Guide: Playing Strategy
1. BigFoot

Salah satu mobil yang terkenal reputasinya untuk jadi starter para newbie. Kabar baiknya, damage BigFoot di GunboundM jauh lebih baik daripada versi lawasnya.

But still, mobil ini (masih aja) kurang cocok dipakai untuk menembak musuh yang jauh. Dengan tipe senjata roket yang mencar-mencar, udah pasti mobil ini nggak cocok untuk high-angle shot. Tapi dengan blast radius (range ledakan) dan daya rusak yang bagus, bungee shot adalah strategi terbaik jika memungkinkan.

2. Armor Mobile

Punya damage rata-rata (140-180) dengan blast radius yang besar. Di meta saat ini (Feb 2018), Armor Mobile cocok untuk jadi counter-starter berhubung masih banyak pemain yang memakai nature-type sebagai starter mobile. Satu-satunya kesulitan di mobil ini adalah mendapatkan sudut tembak yang baik. Jika kamu tenggelam di dalam lobang akibat tembakan Grub, biasanya sih langsung wasalam.

3. Mage

Mobil ini punya reputasi yang berbeda dari era kejayaannya. Kalo dulu terkenal punya damage yang secara keseluruhan lumayan sakit, di GunboundM terkenal dengan damage Special Shot nya. Cukup dengan dua garis laser aja, mobil yang sial bisa dapet sekitar 400-500 damage sekali hit! Sayangnya utilisasi weapon 2 di GunboundM kurang jadi favorit berhubung tipe animasi tembakannya yang agak beda.
 
4. Grub

Dengan map yang shufflingnya sungguh random, rasanya agak sulit buat memaksimalisasi kegunaan Grub di setiap battle. Tapi sebenernya mobil ini high-rewarding kok. Dengan modal stats damage di atas rata-rata (210) dan hopefully dapet map yang bagus, Grub ini rajanya double-kill hanya dengan 2-3 turn!

5. Asate

Asate terkenal sebagai mobil yang dibenci khalayak karena tipe tembakannya yang minim perhitungan alias 'tembak mana aja kena'.Kekurangan dan kelebihan mobil ini sialnya justru terletak pada senjatanya yang nggak distance-friendly.

Dengan mengandalkan laser satellite sebagai senjata, mobil ini akan terasa sangat menyiksa jika berada dalam jarak yang terlalu jauh, atau dalam posisi berbeda ketinggian dengan musuh. Kalo gak punya teleport, rage-quit adalah pilihan terbaik. Gue sendiri jarang pakai mobil ini karena daya tahannya yang cenderung kerupuk.

6. J.D

Mobil ini punya nasib yang paling tragis diantara seluruh mobil: SS yang tidak dapat diandalkan. Saat seluruh mobil berharap untuk segera diisi S-charge-nya, JD dengan special shotnya hanya bisa sedot-sedot cantik dengan damage yang bukan main gelinya sambil berharap dapat kesempatan bungee-shot yang bagus.

Yaaa biar pun begitu, kelebihan mobil ini tentu terletak pada six-hit weapon 1-nya. Damage yang nggak sakit, daya tahan rata-rata, dan tipe senjata yang interuptif,  kayaknya takdir mobil ini adalah sebagai pelengkap strategi. Jadi, sebaiknya sih ambil JD saat lo main bareng sama temen, sehingga strategi saat battle dan pemilihan mobil bisa lebih disesuaikan.

7. Ice (coming soon)

8. Turtle (coming soon)

9. Lightning (coming soon)

10. Boomer

Kecuali penampakannya, Boomer di GunboundM dirombak besar-besaran untuk menyesuaikan versi mobile-nya. Dengan damage yang ampun sakitnya ke rata-rata semua jenis mobil, Boomer adalah termasuk mobil yang gampang sekarat karena HP-nya yang hanya 560 poin dan seringkali jadi langganan target utama.

Lupain deh segala rumus kurva di versi lawasnya, karena di GunboundM kamu cuma perlu belajar seberapa kencang angin mempengaruhi garis jatuh bumerangnya, yang mana prakteknya sih gampang-gampang susah. Boomer juga hampir selalu bisa mengenai lawan di segala bentuk medan, thanks to hit-boxnya yang kecil. Berkah ini bisa dimanfaatkan untuk mengatasi mobil-mobil ucup yang gak tau kenapa hobi banget nempel satu sama lain.

11. Aduka (coming soon)

12. Nak Machine (coming soon)

14. Arrow (coming soon)

15. Plaz (coming soon)

16. Trico (coming soon)

17. Raon Launcher (coming soon)

18. Slam (coming soon)

19. Malite (coming soon)

20. Goss (coming soon)

21. Arrow (coming soon)

Setelah lo punya koleksi mobil yang variatif, ini saatnya menentukan preferensi bermain. Sebaiknya lo bikin dua komposisi mobil untuk main Score & Pro Battle (solo).

Score: 

Idealnya, mobil yang keras dengan tipe tembakan yang dapat diandalkan pastinya selalu jadi pilihan. Meski disaranin untuk pilih komposisi dengan tipe mobil yang beda, gue sih bodo amat ya. Selama mobil susah mati dan tembakan kena terus, nothing to worry.


Komposisi Score Team gue saat ini: Nak Mobile, Turtle, dan Boomer. 

Nak Strategy: Mobil ini gue pilih sebagai starter karena sepertinya Nak akan bagus saat terrain belum terlalu rusak. Nak juga tergolong tipe mesin yang keras dan punya damage yang besar. Thanks to weapon 2 yang bisa nembak langsung ke roda bawah mobil (titik lemah setiap mobil). Kekurangannya udah pasti terrain dan obstacle yang melayang. Jadi, gue cuma bisa berharap dapet porsi terrain yang banyak dan dalem.


Turtle Strategy: Turtle gue pilih sebagai mobil kedua, untuk jadi 'juru killing' karena weaponnya yang presisi, sekaligus menyesuaikan keadaan terrain yang pasti udah pecah-pecah. Jadi, Turtle gak perlu jalan jauh untuk mendukung sudut tembak weapon 2. Stats HP & damage juga sama kerasnya dengan Nak, musuh biasanya udah capek nembakin mobil yang keras di putaran kedua.

Boomer Strategy: Boomer di GunboundM agak beda dari Boomer versi lawas. Mobil ini gue pilih sebagai finisher karena mobil ini punya HP paling kecil tapi damage dan hit box yang alamak sakitnya. Trik tembakannya pun sebenernya gak sulit. Tinggal posisikan titik jatohnya pas di atas kepala mobil musuh. Pasti kena :)

Pro Battle (solo)

Untuk pro battle, objektif utama lo adalah bisa nge-kill 1 mobil musuh secepatnya. Karena setelah satu mobil mati, battle sebenarnya baru lah akan dimulai.


Komposisi Pro Battle Team gue: Ice, Grub, dan Turtle.

Strateginya cukup sederhana, Ice gue pilih sebagai starter untuk bikin lobang di area musuh. Agar Grub bisa manfaatin seluruh celah biar damage yang didapet maksimal. Dengan damage stats Grub yang mencapai 210, idealnya hanya butuh 2 turn untuk kill 1 mobile musuh dengan weapon 2. Turtle gue pilih sebagai finisher sebagai harapan terakhir
Item Guide: Best time to use
Bungee Shot: Idealnya, yang diandalkan dari Bungee Shot adalah area ledaknya, bukan damagenya. Jadi, dua prioritas lo adalah: Menghancurkan tanah dan menjatuhkan mobil yang masih punya banyak Hit Point.

Shield-teleport: Penggunaan item ini situasional banget. Gunakan untuk kabur dari Bungee Shot, tempat minim sudut tembak, atau melindungi diri dibalik obstacle. Jangan pindah hanya untuk di un-shield di turn berikutnya.

Dual: Item ini adalah game-changer. Dual di GunboundM dipakai untuk mengejar turn. Jangan pakai dual hanya untuk mencicil darah mobil demi sebuah kill di 12 turn pertama. Simpan dual-mu untuk saat terakhir, di mana kamu menjadi penentu kemenangan dan hanya tersisa satu kill lagi.

Multi-shot Bomb: Selain punya damage yang lumayan untuk last hit, yang dicari dari item ini adalah free 3 hits-nya. Penggunaannya akan makin maksimal saat ada Thor's Hammer, Snow Hammer (Satelit salju), dan ground-breaker cloud (itu lho yang bisa ngancurin tanah dari bawah) karena tembakan Hammer dihitung per-hit.

Shield: Idealnya, shield dipakai saat mobil lo sekarat dan baiknya udah punya SS. Jika memungkinkan, cari tempat yang terlindung dari musuh (tapi lo tetap bisa nembak) agar shield bertahan lebih lama.

Vampire: Cara terbaik untuk memaksimalkan penggunaan Vampire Shot adalah, saat-saat di mana lo yakin bisa mendapatkan damage besar dengan menggunakan SS (sekitar 300-500 akan mengisi HP mobil lo kurang lebih setengahnya).

Winning Guide:The Battle
Objektif utama saat battle adalah:

1. Mendapatkan 'Perfect Game' dari nge-kill dua mobil dalam satu tembakan.

2. Mendapatkan S-shot charge secepatnya via 'nice shot hit' (usahakan pakai mobil yang SS-nya bisa diandelin) yang bisa didapet dari 'sky shot, super sky shot, tornado shot', dll.

3. Memanfaatkan turn sebaik mungkin dengan mencari hit damage yang besar.


Dalam mewujudkan objektif tersebut, ada dua skenario yang sering terjadi yang bisa jadi bahan pembelajaran.

Idealnya dalam score battle, setiap mobil mencari targetnya masing-masing, dan masing-masing kubu selalu memakai mobil yang siap untuk double kill demi 'Perfect Game'. Tapi yang sering terjadi adalah setiap kubu ngeroyok satu mobil, membuat durasi permainan jadi lebih lama.

So that's it for now, guide lainnya pasti akan menyusul untuk di-update. Semoga membantu! \m/
Warning: This game is mostly known for its annoying bug that usually occurs at the seasonal rank-reset. The developer still have no idea how to deal with it.
Ceritanya, sekitar tanggal 25 Januari 2018 lalu, gue kehilangan seluruh progress permainan Dead by Daylight gue setelah main 124 jam lamanya. Kejadiannya sih saat ranking reset dan gue tetiba disconnected ditengah antrian di lobby. Tanpa pikir panjang ya gue keluar game aja, lalu login aja seperti biasa.

Setelah logged in, gue dihadapkan dengan agreement EULA yang seumur-umur gue gak pernah dapet, berasa abis nge-cheat aja gitu. Gue OK-in, dan taraaaaaa, semua point dan level ke-reset jadi NOL. After I paid all of your DLC and spending precious hours, this is how you repay me?

KZL banget waktu itu. Karena gue nggak tahu menahu kalo ternyata bug ini udah sangat umum di kalangan komunitas dengan topik Dead by Daylight LOP (Lost of Progress).

Jadi, kalo lo nyasar ke post ini di saat progress game lo masih baik-baik aja, lo termasuk salah satu pemain yang beruntung. Karena umumnya nggak ada yang tahu kalo ada bug ini eksis, sebelum akhirnya mereka terlanjur kehilangan save data.  So, how do we prepare for this?

Lo masih di tengah permainan?

Jika lo masih di dalam game, lalu tetiba disconnected tanpa alasan yang jelas kayak gue tadi, ada kemungkinan lo main di tengah-tengah rank-reset atau update patch terbaru. Tapi whatever the reason, lo tetep pingin jaga-jaga kan? Caranya adalah dengan 'mengakali' Steam Cloud biar nggak ngerekam state terakhir game lo.  Gini tahapannya:

1. Jangan buru-buru KELUAR dari game, stay in the game!
2. Matiin Steam Cloud, klik: library > dbdl  > properties > update > steam cloud
3. Tutup/keluar dari game
4. Hapus folder 381210 di tempat lo install Steam. Lokasi default ada di:
C:\Program Files (x86)\Steam\userdata\YOUR_ID_NUMBER_HERE\381210

5. Nyalain lagi Steam Cloud tadi, lalu tutup/end task seluruh layanan Steam yang lagi jalan.
6. Sekarang buka lagi Steam lo dan jalanin DBD. Di titik ini, harusnya lo udah dapet save-an terakhir dari Steam Cloud sebelum lo disconnected.

Terlanjur apes : Semua data hilang

Kalo udah terlanjur sial, satu-satunya harapan adalah kirim e-mail ke Behaviour Developer. Begini tahapannya:

1. Ganti setting privasi akun steam lo ke 'Public', biar makin mempermudah pengecekan.
2. Buka e-mail (yang terdaftar di akun steam lo), ketik tujuan e-mail ke: deadbydaylight@bhvr.com
3. Tulis subject : LOP (Loss of Progress), lalu cantumkan di body e-mail URL Steam Profile lo. Ex: http://steamcommunity.com/id/yoururlprofile

Demi memperbesar kemungkinan dibaca tim developer, kasih drama dikit lah ...

4. Cantumkan juga Player ID Dead by Daylight lo yang bisa lo temukan di in-game setting menu di bagian pojok kiri bawah. Jangan lupa lampirkan screenshotnya dalam bentuk attachment.


5. Langsung kirim! Lalu tunggu balesan dari developer. Nggak perlu nge-spam e-mail karena kayaknya setiap LOP complaint akan langsung masuk antrian. So, be patient!


Kalo di kasus gue, butuh genap 15 hari untuk ngedapetin refund berupa 7.300.000 bloodpoints dari developer. Walaupun sempet kzl dan sedy-sedy, yaaa akhirnya semangat main lagi deh! Subscribe kalo lo suka sama post ini, dan feel free to comment!

                                                                                                   ***

Berikut referensi thread lengkap seputar Dead by Daylight LOP yang bisa lo ceki-ceki:

What to do guide by Soppa

Save data lost support by bhvr_pgordon

Backing-up save games by bhvr_sbdaniel



Dipost juga di:


Dead by Daylight is an asymmetrical multiplayer (4vs1) horror game where one player takes on the role of the savage Killer, and the other four players play as Survivors, trying to escape the Killer and avoid being caught and killed.
Hey, it's me again! 

Dulu gue takut banget sama yang namanya game-game jump scare horror. Setelah seminggu main game ini, uwaw penyakitku hilang! Dulu main Resident Evil 6 saking takutnya bisa ampe mencret-mencret. Kalo sekarang? Widiiiiih berak biasa. Hahahaha

Belom sampe situ, dulu gue gagap banget main game dengan kontrol gerakan WASD. Setelah sebulan main game ini, UWAW JUKING GUE BUSUK BANGET hahahahahahaha!

Walau juking (nge-gocek) memang masih busuk, sekarang gue udah lebih luwes bergerak pake WASD, terus mata juga lebih awas, pedes aja palingan :)

Anyway...

Berhubung udah banyak blogger/gamer indonesia yang nge-review game ini, mungkin gue bakalan lebih ke sharing insight aja ya. Jadi, setelah bermodalkan 86 hours of playing, apa aja yang udah gue pelajari?
I play mainly as killer, so .. yeah ...
Perdebatan abadi antara Killer & Survivor : Should You Camp?

Hanya dengan satu topik tersebut, game ini sukses menghasilkan gamer-gamer toxic yang luar biasa banyaknya. Nggak yang Jakarta, nggak yang luar negeri, yang namanya toxic kayaknya emang bersumber dari Asia ya?

Belum lagi match-making yang sama busuknya dengan kebiasaan playernya, tabiat saling pengertian sangat sulit ditemukan di game ini. Buat gue, perdebatan ini sama halnya dengan ngomongin duluan mana ayam atau telor; nggak ada ujungnya.

Jadi wahai para killer, haruskah kalian camping? Jawabannya adalah tergantung perspektifnya. Killer tersebut nyari bloodpoint atau nyari kill?

Kalau ternyata killer tersebut nyari bloodpoint, berikut manfaat yang player dapatkan:
1. Kamu pasti lebih disukai para survivor karena memberikan game yang less-boring dan berdurasi lama dengan nggak nungguin hooked survivor.

2. Karena sumber poin terbesar Killer adalah dari hooking survivor, dengan perspektif ini, kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak bloodpoint jadi terbilang besar. Berhubung kamu nggak camping, secara langsung kamu juga memberikan kesempatan para survivor untuk menyelamatkan temannya, agar nanti bisa kamu hook lagi, dan berarti poin lagi! Yay!

Jadi, kalo Killer hanya nyari kill doang, apa salah? Ya nggak juga, tapi secara nggak langsung poin yang didapatkan oleh survivor juga lebih sedikit akibat minimnya unhook bonus. Tapi sekali lagi, kesenangan itu kan subjektif. Mungkin dia senang aja bunuh-bunuh tanpa dapet poin, doesn't matter.

Mungkin survivor harus rela bersedih karena minim unhook bonus, tapi ya manfaatkan kesempatan killer-camp ini untuk ngebabat habis generator. Dalam sekali durasi hook dan killernya camping, kamu bisa dapet 2-3 generator, lho.Yang mana kalo jadi killer, sebenernya rugi banget karena banyak ngebuang waktu untuk camping satu survivor. So, choose wisely, nggak perlu diperdebatkan.

Di sisi lain ...

Killer itu paling benci sama para tea-baggers (gerakan jongkok-berdiri berulang-ulang di depan exit gate, dengan tujuan membuang-buang waktu killer) yang sebenernya lebih oke untuk diperdebatkan. I mean, why you all doing this? Dapet bonus juga nggak, kesel iya.
How to Counter This?
Walaupun developer sebenernya udah banyak disemprot soal isu-isu ini, gue masih punya beberapa cara untuk mengurangi kebiasaan toxic yang ada di Dead By Daylight. Yaitu:

1. "Swift Escape" bonus sebanyak 10.000 bloodpoint atau semacamnya lah. Yaitu poin tambahan yang akan didapat survivor jika dia memasuki gate exit lalu escape selama kurang lebih 3 detik. Lewat dari itu, ya nggak dapet. Nah, gue yakin ini efektif banget buat membasmi para tea-baggers. Siapa sih yang nggak mau 10.000 bloodpoints dengan segitu gampangnya?

2. Di sisi killer, bisa dikasih semacam "Camp Penalty", yaitu semacam bonus speed boost untuk survivor saat repair generator, cleansing totem, dan mempercepat proses unhook saat killer mutusin untuk camping. Waaaaah, gue yakin killer kapok untuk camping. Game jadi lebih balance karena bloodpoint makin adil untuk semuanya.

3. Sayangnya memang gak ada cara yang efektif selain melibatkan developer. Tapi sementara ini, gue selalu menghadapi para tea-baggers dengan: Diemin aja. Hahahaha, cara ini efektif kalo lo pake invisible killer kayak Freddy atau The Wraith. Caranya, lo deketin exit gate, tapi dibalik tembok atau di luar, Biarin aja mereka deg-degan sambil jongkak-jongkok sampe bosen. Yang penting, mereka gak tahu posisi lo. Intinya, jangan kasih seneng :)
Tentang Teachable Perk
Begitu lo dapetin salah satu teachable perk dari killer mana pun, perk tersebut juga akan muncul  dan bisa dipake di killer lainnya. Tapi kayaknya level teachable perk ini cuma ada dalam versi tier I ya? CMIIW. Teachable Perk ini selain unlock via blood-web, juga bisa dibeli di Shrine of Secrets dengan memakai Iridescent Shard seharga 550-750.

Shard ini bisa didapatkan saat main game dan dihitung per menit; 1 menit = 1 shard. Jadi untuk bisa beli satu teachable perk seharga 550 di shrine, kamu perlu main sekitar 50 kali dengan durasi permainan 10 menit per game.

Oke, karena gue seringnya main killer, yang harus lo lakukan adalah menentukan perk dari killer mana yang paling bagus untuk didapetin. Maksud gue, ternyata nggak semua perk itu berguna dan bisa cocok untuk semua killer. Untuk hisa menentukan perk mana yang berguna, mungkin bisa lo pertimbangin dari sisi playstyle, atau kebutuhan dasar dari killer. Sebenernya apa sih yang paling dibutuhin setiap killer?

1. ABILITY TO DEAL WITH PALLETS - Level up your TRAPPER

Trapper ini, selain menjadi ikonnya DBD, ternyata memang punya teachable perk yang wajib dikumpulin, yaitu Brutal Strength dan Agitation.


2. TRACKING SURVIVOR EFFICIENTLY

Dengan map seluas DBD, pastinya gemes dong kalo udah keliling lapangan 10 menit lalu panik gak nemu survivor dan generator nyisa satu? Yes, tracking ability is a must. Kalo kamu selalu tahu di mana posisi survivor, kiamat udah. Survivor susah kabur, susah repair, dan pastinya susah menang. Setelah TRAPPER, investasikan bloodpoint lo ke NURSE & LEATHERFACE. Karena mereka berdua punya tracking ability yang sangat lo perluin:


Atau jika masih kurang lengkap, bisa lo tambahin dengan BLOODHOUND (The Wraith) dan WHISPER.


3. STEALTH ABILITY

Kemampuan terakhir biar killer lo makin "GG" adalah anti-deteksi atau meminimalisir terror radius/hearthbeat. Karena lo gak akan bisa kill siapa-siapa kan kalo keberadaan lo selalu ketahuan? Teachable Perk yang berguna untuk ini adalah MONITOR & ABUSE dari The Doctor & INSIDIOUS - gue selalu pake ini kalo main Michael Myers :)


Tapi memang untuk INSIDIOUS jarang menjadi pilihan karena killer biasanya cenderung untuk memilih camping. Tapi buat gue perk ini under-rated sih, karena selalu gue pake untuk bikin bingung survivor. Bikin mereka jadi ragu-ragu yang akhirnya repair generator jadi banyak tertunda. More time for the killers!
Some Useful tips

Di bagian akhir, mungkin gue mau share beberapa insight saat gue pake killer. Agar tabungan bloodpoint lo efektif, kayaknya akan lebih baik lo nentuin killer mana yang akan lo investasikan untuk ngumpulin bloodpoint. Killer ini harus yang paling enak dipake tanpa teachable perk. Kalo gue sih:

1. KILLER STRATEGY (THE NIGHTMARE - FREDDY KRUEGER)

Kelebihan Freddy itu kayaknya ada di speed ya. Sejauh ini asik-asik aja tanpa mandatory teachable perk. Sayangnya kemampuan deteksi Freddy hanya aktif kalo di luar terror radius, jadi Freddy harus 'nandain' sebanyak-banyaknya survivor dan cepet-cepet colok di hook. Nah, biasanya kesempatan ini datang pas survivor mutusin untuk nyelametin temennya.

Manfaatin sesi unhook ini untuk nandain survivor yang ada. Yaaa camping dikit gak papa lah. Perk bawaan dari Freddy udah cukup oke kok. Preset non-teachable gue biasanya: Whisper, Remember Me, Blood Warden, Fire Up.

2. KILLER STRATEGY (THE SHAPE - MICHAEL MYERS) (Coming soon)
3. KILLER STRATEGY (THE TRAPPER) (Coming soon)

Dipost juga di: http://faqada-kedavra.blogspot.co.id/2018/03/dead-by-daylight-tips.html

Thumbnail from
http://media.moddb.com/images/games/1/53/52481/Deluxe_edition_artwork.jpg

Hey, it's me again!

Buat kami-kami (gue & istri) yang tiap hari berkutat di dunia perdigitalan dan udah terlanjur kecanduan sama radiasi layar handphone, makin ke sini kok internet rasanya lebih penting daripada beras. Gak deng. Sebenernya lebih penting beras, tapi beras yang bisa buat browsing. Brekekekek.

Setelah menanggalkan title sebagai veteran anak kos, sekarang akhirnya kami mutusin buat kontrak. Dan beruntungnya, kami dapet rumah dengan harga terjangkau di wilayah yang cukup strategis-meski-agak-ndlesep, kami bisa merasakan (kembali) segala kemudahan dan kemasyuran hidup di kampung orang.

Loh iya bener. Di kampung itu, sebenernya lebih enak daripada tinggal di apartemen. Di sini, tukang apa pun justru nyamperin kita. Sebut aja. Tukang kerupuk, tukang galon & gas, mereka yang ngetok pintu kita, ngebantu ngecekin stok kita udah habis atau nggak. Tukang sayur di sini justru rajin neriakkin kita buat beli langsung dari depan pintu rumah, padahal pasar tradisional gak terlalu jauh. Mie ayam, batagor, somay, semua lewat dan mangkal sesuai jamnya walau kita gak pernah pengen.

Sampe akhirnya kami rebahan dan menatap langit-langit, masak sayur, dan makan seperti layaknya keluarga bahagia pada umumnya, kami sadar bahwa ternyata kami tengah terasing dari dunia modern.
EE BANGSAT KOK GAK ADA SINYAL ...
Ide untuk pasang wifi di rumah sebenernya udah langsung tercetus, tapi kendala-kendala yang muncul since kami baru pindah banget sama sekali gak memungkinkan untuk langsung eksekusi.

Sehari pertama adalah hari-hari paling sakaw kuota yang pernah gue rasain. Lah gimana kenyang makan tapi buka google aja gak sanggup. Tenaga yang ada dalam raga ini serasa mubazir, dan gue adalah tipe orang yang gemes banget sama lambatnya bandwidth. I mean, who doesn't? Please somebody kutuk gue menjadi beras maknyus.

Untunglah konter pulsa deket. Gue beli semua provider yang belom bangkrut di 2017. Akhirnya kami berjodoh sama Indosat dan Telkomsel. So far, hanya Telkomsel yang bisa tembusin sinyalnya masuk ke pintu rumah. Tapi harga paketannya kok bikin batal puasa. Di sisi lain, Indosat sebenernya punya harga yang bersahabat. Tapi apa daya, empat device yang terkoneksi dengan hanya mengandalkan tethering ternyata masih kurang reliable. Hari pertama kami tutup dengan penobatan sebagai keluarga jengkol. Cuma bisa misuh-misuh sampe bau.

Hari ke dua, gue langsung ngacir ke Bolt Store untuk meminta pertolongan. Dua minggu pertama nyobain BOLT, kami cukup fine dengan layanan pra-bayarnya yang cukup bisa menutupi rutinitas sehari-hari. Barulah lewat minggu ke-3, dompet mulai ngos-ngosan. Boros coy! Sempat kepikiran untuk beralih ke pascabayar, tapi kok kayaknya gak sesuai kebutuhan ya. Gue yang tergolong heavy-user pun mulai memohon ampun karena 100 ribu per-minggu itu termasuk azab yang luar biasa.
Weekend terakhir di bulan Mei 2017 adalah titik kebangkitan rumah tangga kami.
Buat kamu yang juga baru pertama mau pasang wifi di rumah, semoga bisa sedikit terbantu ya.

1. Riset Coverage Area

Hal pertama yang gue lakukan adalah nge-browse provider internet apa aja yang tersedia, riset testimoninya dan catet semua daftar harga paket berlangganannya.

Dari sekian banyak provider yang gue harapkan, seperti Biznet, Firstmedia, MyRepublic, dan MNC Play, gak ada satupun yang coverage-nya bisa tembus ke rumah. Setelah guling-guling bete selama hampir sejam, tiba-tiba kok pingin banget nambal ban.

Di perjalanan, gue ngeliat ada tetangga 100 meter dari rumah ternyata pasang TV cable bertuliskan INDIEHOME. Gue pikir, gila juga ini orang bangun rumah sendiri tanpa bantuan pemerintah. Anak indie banget! Gue pun langsung batal tambal ban.
Indiehome adalah harapan terakhir.
Tadinya, gue sebenernya bukan fans Telkom, apalagi setelah tahu service internet Speedy itu udah almarhum sejak tahun 2015. Kurang percaya aja gitu gara-gara banyak testimoni negatif di forum-forum. Tapi liat tetangga bisa pasang, ah siapa tahu kan coverage-nya bisa masuk rumah.

2. Hubungi Customer Service

Gue langsung kontak Customer Service Telkom di 147. Sejauh kita telfonan, mbaknya sih ramah dan kooperatif. Dia mau aja gitu bantuin jawab pertanyaan2 teknis yang njelimet. Rasanya gue harus sedikit melunak lah sama Telkom.

Karena sebelumnya udah buka website Indiehome untuk cek coverage area tapi ternyata ribet, akhirnya sekalian aja gue minta operator 147 untuk bantu ngecekin. Dianya sih pesimis ya, karena jarak sumber tarikan kabel dan rumah gue itu ternyata posisinya agak jauh. Tapi dia akhirnya mau kok bantu ngirim dua temen salesnya untuk bener-bener ngecek kebenaran isu tersebut.

Setelah udah setuju deal-deal-an harganya, dia minta gue untuk nyiapin berkas-berkas kayak KTP, KK, surat tanda kontrak, berikut surat PBB dan tanda tangan beserta materai. AH ANJAY, mau pasang internet aja udah kayak mau nikah lagi. Gue dalam hati udah waduh-waduh aja sih, tapi akhirnya tetep lanjut berharap semua itu hanya mimpi. Selanjutnya, mbaknya bilang kalo proses registrasi gue akan segera diproses secepatnya maksimal seminggu dari waktu telepon.

Gue akhiri telfonan kita dengan kalimat "Terima kasih banyak, saya terbantu sekali" agar terkesan profesional serta hati mereka tersentuh. Siapa tahu kan beneran dipercepat.

3. Gak ribet kok!

Macam disamber geledek penuh bandwidth, besok siangnya sales kemarin langsung nelfon gue, minta kesediaan waktu untuk ngecek coverage area. Ya gue bolehin lah, wong kerjaan dia masa gue larang-larang. But, wow. That was really responsive.

Sales pun dateng berdua, dengan romantis mereka mengetuk serambi pintu gue. Mereka minta ijin untuk melakukan prosedur pertama yaitu ngukur seberapa jauh kabel fiber optic yang akan diolor dari tiang listrik sampe ke rumah gue. Gue ampe bingung mau muji tuhan yang mana, yang jelas semuanya ternyata masih memungkinkan. Fiuh.

Proses-proses berkas yang ribet di telfon tadi pun ternyata gak terealisasi. Sales-sales yang baik hati ini bersedia untuk mengerti serta mempermudah proses pemasangan. Karena kayaknya si CS dan Sales ada di divisi yang berbeda deh. Untuk memperlancar proses, sebaiknya sih kamu ke ATM dulu sebelum hari H biar ada stok cash.


Seluruh proses memakan waktu sekitar 3 jam. Gue langganan paket yang paling murah. Hanya untuk jaga-jaga aja karena biasanya pas upgrade gampang, eh downgrade dipersulit, yakni sekitar Rp. 330.000/Up to 10 Mbps (dikali 1000/8) plus biaya administrasi instalasi Rp. 125.000. Tapi setelah dua bulan harganya jadi fix sekitar 400 ribu (?)
Gimana hasilnya?
Hasil yang didapat lebih dari yang diperkirakan. Sering mentok hingga 1 Megabyte per detik jika hanya ada satu smartphone yang connect. Kalo di laptop, kecepatan rata-rata download dan peer-to-peer sekitar 360-560Kb/detik per koneksi.

Jika kamu ingin berhenti berlangganan, tinggal copot aja routernya dan dibungkus ulang yang rapi, bawa ke kantor Plasa Telkom dengan membawa nomor pelanggan yang tertera di bon/invoice.

Gue lega banget karena ternyata gak seribet yang dibayangkan, akhirnya kami pun kembali menjadi manusia modern yang masih bisa makan beras.

Ada pertanyaan? Boleh tinggalin di kolom komentar, dan jangan lupa subscribe blog ini jika kamu suka dengan kontennya biar gue lebih rajin sharing \o/



Hey, it's me again! 

Ya ampun, akhirnya kesampean juga nyasar sampe sini. Padahal mah gak seberapa jauh ya dari pulau Jawa. Hahahaha

Di trip ini, gue dan @dinikopi berangkat tanggal 6 Agustus (yang menurut bli di sana termasuk high season) untuk trip honeymoon ena-ena 5 hari 5 malam, dengan main course Ubud & Seminyak.

Berikut highlight-nya

1. This is my first trip going to Bali
2. Yang bikin spesial lagi, ini juga pertama kalinya ngetrip keluar dari tanah Jawa
3. This is my first time I landed my feet into an Airport lol
4. Of course, this is also my first trip by an airplane too (I didn't threw up but I got an serious headache and stomacache by the time, anak darat suruh nyium awan ya gini ini :))

Dan begitu sampe di Ngurah Rai airport, yaaaah celingak-celinguk khas orang udik nan' kampungan gak bisa terhindarkan lah ya. Ampe toilet yang ada tulisan Bali-nya aja dipotoin. Cause I'm so excited and I do have a lot-lot-lot of things that I wanna share with you, guys. 


First experience Itinerary ini gue bagi menjadi 5 part, meski gak seberapa mendetail tapi mudah-mudahan masih cukup bermanfaat lah ya.

Sebelum berangkat, kita udah book dua penginapan di Ubud & Seminyak via Traveloka semenjak H-7, yaitu:

Di Ubud - Jangkrik Homestay, Jl. Hanoman - Rp. 288.843/night
Di Seminyak,- Hotel Santika, Jl. Sunset Road - Rp. 1.809.180 untuk 4 malam @ Rp.452.295/night

**

15.30 - Kita sampe di Bali sekitar pukul 4 P.M WITA (lebih cepet sejam dari Jakarta), dan langsung pesen Uber buat ke Ubud.

Perks #1: Ada apa dengan Taksi Lokal dan Uber?

(Driver): Halo bu, selamat sore saya dari Uber, posisi untuk penjemputan di mana ya kira-kira?
(Dinikopi): Kita ada di serambi kedatangan Pak, yang gampang buat bapak aja di mana?
(Driver): Ini kita bener mau langsung ke Ubud, bu? Tambahkan sedikit ya bu, soalnya macet. 
(Dinikopi) ohhhh oke pak gak papa
(Driver) Yasudah kita coba ketemu di parkiran blok E aja ya pak, nanti saya kabari lagi
(Dinikopi): Oke pak.

Kita nunggu sekitar 15 menitan, dan sambil ngejelajah parkiran kita agak sering ditanya-tanya taksi lokal dengan frase "Mas, nungguin Uber nih ya?". Ya kita mah iya-iya aja ya, tapi kok muka mas-masnya semacam agak sinis gitu, tapi akhirnya kita tetep lanjut walau Uber Drivernya terlihat agak kucing-kucingan dan sungkan, menyisakan pertanyaan yang nanti akan gue bahas di part berikutnya.


Perjalanan dari Ngurah Rai Airport plus pemandangan tol nyebrang laut yang aduhai ke Ubud memakan waktu sekitar 75 menit dengan rute yang 'katanya macet tapi sebenernya yang dia maksud cuma padat' dengan fare Rp.140.000. Tapi kita udah setuju buat nambahin sedikit, jadi total Rp. 180.000.

16.45 -

Waaaaaah akhirnya sampe juga di Bali! Kesan pertama saat ketemu mas-mas muda yang jaga penginapan, wah begini toh ramahnya orang Bali. Santun-santun nyes gimana gitu. Mungkin karena kita bayar kali ya (dikeplak). Plus, kita dikasih kamar di pojok with more privacy and space. We're so blessed!

Celingukan ke luar, jam setengah 6 sore kok ya masih terang benderang, wah langsung deh cuss hunting our first Bali dinner terdekat: Bebek Bengil!

 18.30 - Bebek Bengil Ubud

Spot kuliner yang satu ini emang udah terngiang-ngiang semenjak di Airport, penasaran seberapa enak sih kalo dibandingin sama Bebek Kaleyo? Hmmm, berikut pesenan kita:


1. Seporsi Bebek Bengil - IDR 125.000 - Nasi putih, bebek goreng setengah badan, tiga macam sambal yaitu sambel cabe goreng, sambel matah, dan sambel bajak, lengkap dengan sepotong semangka dan jeruk buat cuci mulut.

2. Nasi Campur Komplit - IDR 85.000 - Nasi putih, ayam goreng, telur bumbu bali, sate lilit, lawar, dan semacem urap berisi tauge dan kacang panjang bertabur kelapa parut. Nasi campur ini similiar sama nasi kucing di tanah Jawa, yang notabene banyak dijual sebagai fast-foodnya orang lokal.

3. Dua es teh manis - IDR 28.000 @14.000


Buat gue yang biasa pesen bebek muda kremes di Kaleyo, bebek di Bebek Bengil digoreng lebih garing. Karena emang deskripsinya disitu crispy duck, jadi gak heran kalo hasilnya garing krenyes-krenyes gitu. Untuk rasa daging bebeknya sendiri gak seberapa spesial, karena gue gak menemukan rasa manis khas daging bebek yang biasa gue temui.

Untuk nasi campurnya sendiri, sebenernya sama aja kayak nasi warteg dengan aneka macem lauk di Jakarta. Tapi pas perdana nyobain sate lilit di sini, wah lumayan juga nih. Kalo sate pada umumnya dibuat dengancara ditusuk, nah yang ini di dililit. Daging ayam/ikan tenggiri dicincang halus, diramu dengan bumbu khas bali lalu dililitkan ke batang serai/tangkai bambu. Hmm, wajib nyobain!

Meski gitu, I had a very nice meal. Jadi, gue kasih rate 3/5 karena laper berat dan harganya yang memang standar turis.

19.30 - Jangkrik Homestay, Jl. Hanoman

Sambil jalan balik ke Homestay, di Jalan Hanoman dan sekitarnya banyak banget handcraft store yang bebas dibelanjain. Ada dress, ukulele, topi, suvenir, minimarket, dll. Seperti layaknya spot liburan di tempat lain, Try give em' a visit!

Eh, gue mau cerita dikit tentang Homestay ini deh.


Kalo liat berbagai review yang ada di Traveloka soal homestay di jalan Hanoman, rata-rata bilang tempatnya jorok dan kurang nyaman.Tapi untuk kamar di Jangkrik Homestay yang kita tempatin, wah menurut kita kualitasnya udah beyond expectation banget sih.





Dengan rate Rp. 288.843/malam, kita udah dapet kamar yang spacey, shower dengan air panas, wastafel, kasur + selimut yang nyaman, bisa milih mau pake AC/kipas karena dapet dua-duanya, satu lemari pakaian gede, satu rak, satu laci, lampu malam, dan udah include breakfast.

Satu minus dikit, airnya emang agak kecil, tapi air panas bisa 'dipanggil' tanpa tersendat kok. Good job, Jangkrik!

Anyway, karena emang kita di Ubud rencananya gak lama-lama alias cuma semalem, kok ya bingung juga mau ke mana di sini. Monkey Forest? Belanja suvenir? Ah, terlalu biasa.

Eh, setelah googling akhirnya muncul satu tujuan dadakan yakni Bukit Campuhan, sebuah bukit/trekking spot dengan view yang penuh dengan rice field dan ilalang-ilalang yang super hijau. Banyak yang ke Campuhan sekedar untuk olahraga, liat sunrise, atau selfie-selfie cantik.


Really have no idea about what it really is, tapi spot ini ternyata pernah dijadiin area syuting Julia Robert di film Eat, Pray, and Love!

Widiiih makin gak sabar deh, jangan ketinggalan ceritanya di part selanjutnya ya!

Tahu gak sih, kalo Snapchat ini dibangun di atas filosofi "Nothing can last forever"? Meski umurnya baru 4 tahun semenjak rilisnya, Snapchat laris manis lho khususnya di kalangan millenials.

"Snapchat's rocks!", they said.

But honestly, gue masih gak paham tentang apa yang mereka maksud. Gue beneran gak bisa menemukan di mana asiknya Snapchat sampe mereka bisa submit at least 100 snaps setiap hari.

100 snaps per hari?! Wtf. Gue posting 5 biji per hari aja udah sukur. Itu juga cuma soal jalan ke Indomaret dan ngaduk kopi.

How often you snap everyday? "Always"
Di U.S, ternyata yang paling aktif di Snapchat setiap bulannya itu justru umur 18-24 tahunan lho. Walah berarti yang abege-abege ini jangan-jangan cuma di Indonesia aja?

https://www.snapchat.com/ads
Well, sampe akhirnya gue pake Snapchat sekitar sebulanan, pelan-pelan gue baru ngerti di mana asiknya Snapchat ini. Kalo sebelumnya kita disuguhin Social Media yang serius-serius, kalo Snapchat ini lebih ke "Fun Channel" gitu. It's quite cool actually.

So, what is Snapchat?

"Snapchat is about communicating with the full range of human emotion—not just what appears to be pretty or perfect. Snapchat is the solution to stresses caused by the longevity of personal information on evidenced by emergency detagging of Facebook photos before job interviews and photoshopping blemishes out of candid shots before they hit the internet."

Itu deskripsi dari Snapchatnya. Hmmmm, kalo summary gue mungkin begini:

Snap, snap, and snap!

It's clear enough, bahwa Snapchat adalah social media berbasis "User Attention".

Tempat di mana kamu bisa kirim-kirim foto dan videos dengan istilah "Snaps". Bedanya, semua foto dan video hanya long-last selama 24 jam. Tenang, kamu bisa nge-save semua snap kamu tepat setelah snap dipost. Tapi setelah itu semua data akan terhapus. Bye bye anxiety!

Dan ngomongin berkirim snaps, kamu punya beberapa opsi nih

1. My Story, semua snaps kamu akan bisa diliat oleh semua temen yang nge-add kamu. Yes, spotlight effect, everyone will see you!

Cool thing about this: Agak beda dengan Facebook dan Twitter, di mana timeline jalan terus secara feed dan real time, bikin post-post lama kamu jadi kelelep khan.

Tapi di Snapchat, sistem timeline ini lebih spesifik. Karena setiap orang yang nge-add kamu, snap kamu akan terus berada di sana seharian. No matter what you post.

Which means, you can do a lot of thing with it! Whatever your shit, they will see it. Just try to give your best, fun, sexy, and cool shits for 'em :)

2. Direct Snaps

Hanya "The chosen one" aja yang bisa lihat snap kamu. Kamu bisa manfaatin buat berkirim snap penting, addresses, resep-resep, atau bahkan live report tanpa harus takut bocor. Snapchat will teach us about trust.

Snap-Chat room

Di sini kamu bisa chattingan sekaligus berkirim snaps. Note aja nih, setelah kamu keluar chat room, semua history chat akan langsung terhapus. Jadi, kalo ada message penting, di-save dulu ya. Tinggal tap-and-save aja kok di message-nya :)

Snap-Chat Video 

Snapchat juga punya live video chat gratis lho. Kalo kamu dan temen lagi online barengan, si icon kuning akan berubah jadi biru. Terus, kalo mau live-video call, tinggal klik/tahan icon video deh.

LDR jadi makin bermakna

Snap-filters

Lewat Snapchat filter ini, kamu diberi kemudahan buat meng-edit, drawing, atau nambah filter sebelum snap kamu siap di-submit. Snapchat ini lumayan sering update sih, jadi filternya tambah banyak dan seru-seru gitu.

Lenses: Filter ini diciptakan untuk kamu yang kecanduan selfie. Tinggal tahan di area wajah kamu,  nnanti keluar kan tuh varian lensenya, trus ikutin deh panduan yang diminta kayak "Raise your eyebrows". Apa artinya? Alis kamu miring kali.

Setelah selesai dipost, kamu bisa save snapnya buat dipake di avatar social media kamu yang lain. 

Mirip sama Jim Root Slipknot
Me tukeran muka sama pacar
Btw, filter "Face-Swap" lagi happening lho sekarang. Itu lho, yang bisa tukeran muka sama temen. Jangan lupa cari yang cakepan yah.

Geo-filter: Caranya tinggal aktifin/allow GPS kamu, bikin snap kamu, lalu swipe ke kanan sampe nemu geo-filternya.


Free Drawing and doodle: Kamu yang hobi gambar dan photoshop, ngegambar di snapchat bisa jadi tantangan tersendiri nih. Banyak juga lho yang sebegini kurang kerjaannya, tapi kreatif :))

Snow White mogok kerja
Yes please, die instead.
Itu baru sebagian kecil sih, buat kamu yang cari trik-trik Snapchat filter, di Youtube sekarang buanyaaaak banget. Jadi tinggal cobain deh satu-satu.

Trophies!

Kalo ada satu hal yang paling menarik buat gue, pasti bagian trophy-nya sih :)

Ya secara demen nge-game, challenge sebusuk apa juga diladenin yekan. Dan luckily, si Snapchat ini punya sistem achievement sendiri, jadi gak usah takut boring karena terlalu sering nge-snap.

Trophy Case!
Yang ngeselin adalah, gak ada penjelasan gimana caranya unlock trophy-trophy ini. Penjelasannya baru keluar pas trophy-nya udah kebuka. Ancat beut.

Seketika jiwa gamer gue langsung bangkit dong, and I keep telling to myself: Yes, we need a cheat, and finally got it from huffingtonpost.

Hahahahaha *evil laugh*

New Trophies:

📧   Email: Verify your email address in Settings.
Apple's Black Telephone  Telephone: Verify your phone number in Settings.
😈    Happy devil: Screenshot one snap.
👿    Sad devil: Screenshot 10 snaps.
👺    Red mask/Japanese goblin: Screenshot 50 snaps.
📻    Radio: Submit a snap to your Live/Local Story.
🎬    Clapper board: Submit 10 snaps to your Live/Local story.
📠    Fax machine: Scan 5 snapcodes. 

Snapchat Score Trophies:

👶    Baby: Your Snapchat score hit 100.
🌟    Glowing star: Your score hit 500.
✨    Sparkles: Your score hit 1,000.
💫    Shooting star: Your score hit 10,000.
💥    Collision symbol: Your score hit 50,000.
🚀    Rocket ship: Your score hit 100,000.
👻    Ghost: Your score hit 500,000. 

Filter Trophies: 
 
👆    Finger pointing up: Send a snap with a filter applied.
Apple's Victory Hand   Peace sign: Send a snap with two filters applied.
🐼    Panda: Send 50 snaps using the black and white filter.
Apple's Snowflake   Snowflake: Send a snap with the temperature filter showing it’s below freezing.
🌞    Sun with face: Send a snap with the filter showing it’s above 100° F.

‘Draw On Your Snaps’ Trophies:

🍭    Lollipop: Send a snap using five or more pen colors.
🌈    Rainbow: Send 10 snaps using five or more pen colors.
🎨    Palette: Send 50 snaps using five or more pen colors.

Video Trophies:

📼    Videocassette tape: Send a video snap.
🎥    Old-school movie camera: Send 50 video snaps.
📹    Digital video camera: Send 500 video snaps.
🙉    Monkey holding ears: Send a video snap without sound.
🔂    Loop once: Flip the camera once in a video snap.
🔁    Loop: Flip the camera five times in a video snap.
🔄    Refresh icon: Flip the camera ten times in a video snap.

Other Trophies:

🔦    Flashlight: Send 10 snaps with your front-facing flash on.
🌜    Half-moon face: Send 50 snaps in night mode.
👹    Japanese ogre: Send 1,000 selfies.
🔍    Magnifying glass: Send 10 photo snaps entirely zoomed in.
🔬    Microscope: Send 10 video snaps using zoom.
🔠    ABCD: Send 100 snaps with enlarged text font.
🍳    Egg in a frying pan: Send a snap between 4 and 5 a.m.

[Pret's-pektif]

So, why people like Snapchat?  Well, gue bisa describe Snapchat dengan tiga alasan berikut ini:

1. Feels authentic

Dengan Snapchat, kita semacam diajarin untuk menghargai informasi, ya lewat kumpulan snap-snap tadi. Rasanya akan lebih meaningful mengingat snaps ini cuma bisa bertahan sehari, jika dibandingin sama Facebook dan Twitter yang notabene will stay there forever.

2. Snapchat is simple to use

Unargueably, Snapchat is simple dan mudah digunakan. Interface yang gak bertele-tele lengkap dengan segudang fitur dan filternya. It's really fun to communicate in Snapchat.

3. Snapchat is about being "naked"

Di Snapchat itu rasanya kayak ditelanjangi. Kayak kamu lagi telanjang di tengah jalan, walapun cuma diem aja, orang pasti bakal liat. Apapun yang kamu snap, semua orang akan liat, feels like personal spotlight gitu. So, use it wisely.

4. Reduces Anxiety

Menurut Snapchat, Snapchat diklaim sebagai Social Media yang mengurangi kecemasan dan less-stressing. 

Pernah dong di satu waktu harus ngapusin status-status Facebook karena besok interview? Pernah dong ngapusin tweet-tweet bekas nyinyir karena takut branding rusak? Pernah dong hape dipinjem-pinjem sembarangan lalu lupa ngapus file-file private?

Nah, Snapchat membuat para abege-abege gak kuatir lagi harus nge-hide data-data secara berkala dan dikepo-kepoin oleh...  emmmm their parents, maybe?

Yea, kamu gak akan ngerasain semua itu di Snapchat, more or less. Since mereka akan menghilang dalam 24 jam.

Eh, kok jadi mellow sih? :))

Mendingan add Snapchat gue di "Masbans" yayaya.

Isinya tentang daily-life gue ke Indomaret, rutinitas ngaduk kopi, sneak-peak blogpost yang akan tayang, and a couple movie-meme.

Sementara masih itu sih, mungkin next time bisa ngaduk-ngaduk yang lain.

See ya!