Pertama, gue nggak tahu alasan Transjakarta dibuat. Jalan-jalan besar dan protokol di seluruh Jakarta dirombak habis dan "dibelah" untuk dijadikan Busway. Dimana kenyataannya, jalan sebesar itu aja udah macet parah, ini malah dibagi dua, dan macet tetap terjadi.
Kedua, dari seluruh peta jalur TJ yang mereka bilang strategis dan bisa menjangkau seluruh Jakarta, nyatanya tetap nggak jadi pilihan gue, karena Mikrolet, Metromini, dan Kopaja masih lebih baik.
Mereka bisa menjangkau ruas-ruas kecil dan pelosok gang Jakarta dengan sangat baik yang notabene hampir susah dipercaya keberadaannya (si gangnya). Walaupun armada bus kecil/sedang udah banyak yang kurang memadai dan banyak yang nggak lulus uji kelayakan, warga Jakarta nggak peduli, toh mereka tetap asik-asik aja ikut naik.
Sementara TJ, kita harus rela jalan kaki untuk datang ke shelter terdekat, beruntunglah yang rumahnya di sekitaran halte Busway.
Seenggaknya, itulah hal-hal yang selalu mutar-muter di pikiran gue dulu. Sampai akhirnya, gue riset sendiri, bikin tesis dan komparasi sendiri, plus nge-browse video-video pemaparan Pak Basuki Tjahaja Purnama dan PEMDA di Youtube.
Akhirnya gue sadar, buat sekarang ini, Transjakarta adalah solusi edan yang paling logis.




