via Yahoo
Hae, kaks.

Ini adalah pertama kalinya gue "woro-woro" sotoy soal politik di media digital. Habisnya gregetan kalau melihat sosialisasi "melek politik" di level awam itu sebenernya nggak begitu merata, dan ini kayaknya harus lebih digalakkan.


Meski hampir seumur hidup diam menjadi golongan putih yang sampai sekarang pun nggak ada partainya, agaknya gue nggak bisa lagi membendung geli karena tergelitik luar dalam terhadap apa yang akan terjadi di tanggal 9 Juli nanti.

Digelitikin Pak Jokowi susah nahannya.

[DISCLAIMER]

Feedback apapun yang bersifat kontra-indikatif, kontradiktif, hujatan gelap mata tanpa koreksi dan menjatuhkan salah satu pihak dalam postingan yang bersifat personal opinion nan subjektif ini, tidak akan ditolerir dan akan dianggap sebagai orang tidak waras bin tidak terpelajar. Nasib selanjutnya atas komentar anda akan ditentukan oleh seberapa baik niat Tuhan terhadap kamu lewat saya.
Picture source : http://liveveryhigh.wordpress.com/

Gue muak sama Jakarta. Gue muak sama kehidupan perkotaan. 

Gue muak sama macet dan segala hiruk pikuknya. Gue muak dengan tata cara ajakan berpolitik dan hiasan-hiasan bendera kampanye yang memaksa kita untuk terdistraksi dari kebutuhan akan pohon-pohon hijau, lengkap terganti oleh billboard reklame dan panji-panji front nggak jelas atas nama suara mayoritas. 




Gue muak dengan segala macam adu argumen dan tabiat orang kota yang seringnya "senggol dikit-bacok". Gue muak lihat pemuda-pemudi beserta ibu-ibu demo sampai lupa anaknya belom dikasih makan. Gue MUAK dengan rutinitas orang kota.

Lo ngerasa sependapat dengan paragraf barusan?

Dengan segala hormat, yuk baca sampai habis.
Sebenernya bukan nggak suka sih, cuma nggak ngerti aja kenapa begitu banyak orang yang mempasrahkan masalah romansanya (ini istilah yang dipake di HS) ke orang lain, ketimbang teman sendiri.

Sejarahnya, gue tahu http://hitmansystem.com/ awalnya tentu dari twitter. Karena begitu banyaknya SPAM RETWEET yang diblast oleh following gue, akhirnya gue pun tergelitik buat follow beberapa mentor HS. 


Selamat datang para desperate Pokopang Warrior.

Empat hari belakangan ini gue lagi rutin-rutinnya main pokopang karena penasaran gimana caranya temen-temen gue bisa punya skor yang melambung diatas ekspektasi orang normal.

Dan sebagai game-geek sotoy dan seorang analis handal (yaelah), berikut hasil analisa gue untuk selanjutnya diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan skor pokopang kalian, para Pokopang-Warriors.

Note: Jika kamu adalah tipe pemain pokopang yang "Yaelah main mah main aja nggak usah banyak mikir" please, you may leave this post immediately :)


Otodidak bukanlah sesuatu yang datang dari sekedar kebiasaan, melainkan sebuah sifat dan kemampuan. Pada dasarnya sih, semua orang bisa otodidak. Cuma, seiring beranjak dewasa, seberapa sering orang itu ngasah kemampuan otodidaknya-lah yang jadi masalah. Oleh sebab itu, otodidak bukan sekedar kebiasaan.
Gue termasuk salah satu orang yang kurang setuju dengan penerapan "Priority Seat di KOPAJA & Metromini", karena aturan (di Kopaja dan Metromini) tersebut invisible alias nggak terdeteksi keresmiannya selain dengan kadar kesadaran yang tinggi. 

Dengan ongkos 3000 perak, semua orang mau enak, semua orang mau senang, semua orang mau duduk terus.

Dan gue rasa, hal ini lucu, perlu dibahas, dan beneran menggelitik.